Rabu, 13 Februari 2013

Kapal


Hai dunia. Ini adalah secercah irisan rasa dari hati ku yang melaju entah kemana. Kemana rasa itu ada disitulah sebongkah hatiku akan melaju. Aku adalah sebuah kapal yang sedang mencari pelabuhan indah untuk ku nikmati saat matahari terbenam. Kapalku yang sering sekali berlabuh dan lama kelamaan itu membuatku tak mengerti dan lupa arah akan tujuanku. Sampai pada akhirnya aku berlabuh dipelabuhan yang terlihat indah dan dengan hembus angin yang meniup segala penatku selama berlabuh. Aku salah. Pelabuhan yang ku kira hanya aku lah yang menggunakannya ternyata tidak hanya aku, ku lihat disana ada kapal pesiar indah yang telah memampangkan dirinya di hadapanku. Aku terlalu bodoh untuk memilih pelabuhan mana yang harus ku singgahi. Hingga pada akhirnya kapalku semakin lama semakin hancur diterpa ombak kepada karang. Ku harap secepatnya aku dapat memperbaiki apa yang rusak sehingga aku dapat mencari pelabuhan itu.

Aku pernah dengar, kapal tak harus berlabuh. Kapal bisa saja tenggelam dalam lautan dangkal namun indah. Kapal bisa saja hancur menabrak karang dan menjadi habitat baru bagi makhluk yang lain. Tak semua kapal dapat berlabuh dipelabuhan yang diinginkan, aku ingat akan kapal – kapal yang terjebak diantara segitiga bermuda dan tak pernah kembali.

Seperti halnya hati. Hati lah yang selalu ingin mendapat yang indah dan dapat dinikmati disisa waktu untuk menghiasi harinya yang kelam. Dimana ada banyak waktu untuk mencoba jadi dengan hasil yang hancur ataupun menjadi kapal yang kuat meskipun telah menerjang badai dan ombak, meski tersapu karang.

Tak selamanya hancur hati adalah sebuah kesedihan. Sering kali kita lah yang bodoh, membiarkan beberapa bongkahan hati kita tenggelam diantara kebodohan dan harapan palsu yang ada, namun lama kelamaan itu indah. Mengapa? Kau bisa mengenang dengan baik apa yang menghancurkan hatimu yang rentan. Tertawalah jika itu telah terjadi, kau takkan pernah tau sebelum kau merasakan.
Juga hati yang telah hancur berkeping keping adalah tempat baru bagi pesinggah yang menganggapnya menarik. 

Ini lucu. Ketika kau telah hancur lalu kau dapat yang lebih bersinar lagi dari yang telah menghancurkanmu. Perpindahan yang baru, perbaikan kapal yang hancur. Ini indah.
Namun ada dimana hati terlalu bodoh untuk merasa, terlalu bodoh untuk bertindak. Ketika sesuatu yang menarik mu, kau hanya membiarkan hatimu ikut bersama magnet yang akan menghancurkan mu tanpa sisa hingga akhirnya kau akan mati dalam kesedihan. Ketika kau ada dalam fase ini, tertawalah. Buatlah hidupmu bersinar layaknya mutiara indah. Itu akan membuat ‘pecahan hatimu’ itu indah meski kau menyimpan luka dan pedih.

Ini indah. Ini lucu. Ini dunia. Tertawalah!


Biarkanlah angin membawamu, ketempat tiada lain selain  dia yang kamu cari
Ruth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar