Hai dunia. Ini adalah secercah irisan rasa dari hati
ku yang melaju entah kemana. Kemana rasa itu ada disitulah sebongkah hatiku
akan melaju. Aku adalah sebuah kapal yang sedang mencari pelabuhan indah untuk
ku nikmati saat matahari terbenam. Kapalku yang sering sekali berlabuh dan lama
kelamaan itu membuatku tak mengerti dan lupa arah akan tujuanku. Sampai pada
akhirnya aku berlabuh dipelabuhan yang terlihat indah dan dengan hembus angin
yang meniup segala penatku selama berlabuh. Aku salah. Pelabuhan yang ku kira
hanya aku lah yang menggunakannya ternyata tidak hanya aku, ku lihat disana ada
kapal pesiar indah yang telah memampangkan dirinya di hadapanku. Aku terlalu
bodoh untuk memilih pelabuhan mana yang harus ku singgahi. Hingga pada akhirnya
kapalku semakin lama semakin hancur diterpa ombak kepada karang. Ku harap
secepatnya aku dapat memperbaiki apa yang rusak sehingga aku dapat mencari
pelabuhan itu.
Aku pernah dengar, kapal tak harus berlabuh. Kapal
bisa saja tenggelam dalam lautan dangkal namun indah. Kapal bisa saja hancur
menabrak karang dan menjadi habitat baru bagi makhluk yang lain. Tak semua
kapal dapat berlabuh dipelabuhan yang diinginkan, aku ingat akan kapal – kapal
yang terjebak diantara segitiga bermuda dan tak pernah kembali.
Seperti halnya hati. Hati lah yang selalu ingin
mendapat yang indah dan dapat dinikmati disisa waktu untuk menghiasi harinya
yang kelam. Dimana ada banyak waktu untuk mencoba jadi dengan hasil yang hancur
ataupun menjadi kapal yang kuat meskipun telah menerjang badai dan ombak, meski
tersapu karang.
Tak selamanya hancur hati adalah sebuah kesedihan.
Sering kali kita lah yang bodoh, membiarkan beberapa bongkahan hati kita
tenggelam diantara kebodohan dan harapan palsu yang ada, namun lama kelamaan
itu indah. Mengapa? Kau bisa mengenang dengan baik apa yang menghancurkan
hatimu yang rentan. Tertawalah jika itu telah terjadi, kau takkan pernah tau
sebelum kau merasakan.
Juga hati yang telah hancur berkeping keping adalah
tempat baru bagi pesinggah yang menganggapnya menarik.
Ini lucu. Ketika kau
telah hancur lalu kau dapat yang lebih bersinar lagi dari yang telah
menghancurkanmu. Perpindahan yang baru, perbaikan kapal yang hancur. Ini indah.
Namun ada dimana hati terlalu bodoh untuk merasa,
terlalu bodoh untuk bertindak. Ketika sesuatu yang menarik mu, kau hanya
membiarkan hatimu ikut bersama magnet yang akan menghancurkan mu tanpa sisa
hingga akhirnya kau akan mati dalam kesedihan. Ketika kau ada dalam fase ini,
tertawalah. Buatlah hidupmu bersinar layaknya mutiara indah. Itu akan membuat
‘pecahan hatimu’ itu indah meski kau menyimpan luka dan pedih.
Ini indah. Ini lucu. Ini dunia. Tertawalah!
Biarkanlah angin membawamu, ketempat tiada lain selain dia yang kamu cari
Ruth

Tidak ada komentar:
Posting Komentar